Tertular HIV Saat Lahir Dapat Mengurangi Kekebalan Anak Terhadap Penyakit MMR

Menurut hasil sebuah penelitian retrospektif terbaru, anak-anak yang tertular HIV saat lahir mungkin tidak memiliki kekebalan cukup untuk menangkal penyakit campak, gondongan, dan rubella (MMR), bahkan jika mereka telah menerima vaksin MMR. Hasil studi ini dipublikasikan secara online tanggal 9 Juni 2015 di jurnal Clinical Infectious Diseases.

Vaksin-MMR-Benarkah-Dapat-Menyebabkan-Anak-Mengalami-Autis

Menurut para peneliti, individu yang terinfeksi HIV saat lahir yang tidak mendapatkan manfaat dari combination antiretroviral therapy (cART) sebelum mereka divaksinasi, harus dikonsultasikan ke dokter apakah perlu vaksin tersebut diulang.

Para peneliti membandingkan 428 anak yang tertular HIV dalam kehamilan dengan 221 anak yang lahir dari ibu yang HIV positif tetapi tidak tertular HIV dari ibunya. Sampel serum dikumpulkan setiap tahun. Sampel-sampel tersebut diperiksa untuk kekebalan terhadap gondongan dan rubella dengan tes IgG dan campak dengan tes plaque reduction neutralization.

Sebanyak 87% dari seluruh anak telah menerima dua dosis vaksin MMR. Hanya 57% dari seluruh anak yang terinfeksi HIV sejak lahir menunjukkan kekebalan terhadap campak. Bandingkan dengan temuan bahwa 99% anak-anak yang tidak tertular HIV sejak lahir ternyata memiliki kekebalan terhadap campak. Hal serupa juga ditemukan pada rubella dan gondongan, dimana 65% anak dengan HIV memiliki kekebalan terhadap rubella dibandingkan dengan 98% dari para peserta kontrol, dan 59% anak dengan HIV memiliki kekebalan terhadap gondongan dibandingkan dengan 97% dari para peserta kontrol.

Anak-anak dengan HIV positif yang memiliki kekebalan tubuh baik mungkin menerima cART sebelum mereka divaksinasi dan akhirnya memiliki kadar sel CD4+ lebih banyak. Kekebalan tubuh yang rendah bisa menjadi hasil dari respon yang kurang baik terhadap vaksin atau memudarnya efek perlindungan vaksin dari waktu ke waktu.

Menurut para peneliti, anak yang lebih tua dengan infeksi HIV sejak kehamilan memiliki risiko tinggi terserang penyakit berat apabila mereka terinfeksi. Pencegahan infeksi pada bayi yang terjangkit HIV, pemberian awal cART untuk bayi diikuti dengan jadwal standar untuk imunisasi MMR, dan diberikan ulang kepada anak sebelum mereka menerima cART lanjutan dapat mencegah penyebaran infeksi MMR.

Sumber :

Tinggalkan komentar