Sex, Alcohol and HIV/AIDS

Sex yang tidak diinginkan dan tidak aman merupakan konsekuensi umum dari mengkomsumsi alcohol yang berlebihan. Mengkomsumsi alcohol adalah salah satu predictor terbaik dari aktivitas seksual atau hubungan seksual yang beresiko. Remaja yang meminum alcohol biasanya memiliki keinginan untuk berhubungan seksual, baik melakukannya pada usia yang masih dini ataupun berhubungan dengan banyak pasangan jika dibandingkan dengan remaja yang tidak meminum alcohol. Akibat dari minuman alcohol ini remaja perempian cenderung berhubungan seksual tanpa kondom sehingga beresiko akan kehamilan yang tidak direncanakan dan juga penyakit-penyakit menular seksual termasuk AIDS. Pada perempuan dewasa yang meminum alcohol cenderung memiliki banyak pasangan seksual, dan resiko lebih tinggi akan penyakit infeksi menular dan hiv/aids dari wanita yang tidak meminum alcohol.

Menurut penelitian Dr Scott-Sheldon dan timnya yang dipresentasikan pada tanggal 23 April di pertemuan tahunan Society of Behavioral Medicine di Philadelphia, Pennsylvania, menjelaskan bahwa sebanyak 37% pasien HIV / AIDS minum alkohol, 33% tidak menggunakan kondom saat berhubungan seks, dan 25% memiliki banyak pasangan.

Penelitian lain telah menemukan bahwa penyalahgunaan alkohol melemahkan mekanisme tubuh untuk menghancurkan virus, yang meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi HIV dan dapat mempercepat perkembangan penyakit AIDS.

Sumber :

  • Living with Sexually Transmitted Diseases¬†Oleh Carol A. Ford,Elizabeth Shimer Bowers
  • Women Under the Influence oleh Joseph A. Califano, Jr
  • http://www.medscape.com/viewarticle/824449

Tinggalkan komentar