SEKILAS MENGENAI HIV/AIDS

Acquired Immune Deficiency Syndrome atau (AIDS) adalah penyakit yang memiliki karakteristik merusak sistem pertahanan tubuh secara progresif. AIDS juga didefinisikan sebagai suatu kumpulan gejala penyakit dan secara luas diterima sebagai akibat dari infeksi virus HIV. Hal ini disebabkan karena tubuh pengidap virus HIV sistem kekebalan tubuhnya tidak dapat melawan infeksi dan penyakit biasa lagi. Hanya seorang HIV positif yang didiagnosa dengan satu atau lebih penyakit dapat dikatakan menderita AIDS. Anda tidak dapat “terkena” atau “memberikan” AIDS kepada orang lain, tetapi Anda dapat menularkan HIV. Apabila Anda dikatakan HIV positif ini berarti anda telah terinfeksi oleh virs HIV. Ini bukan berarti anda sakit AIDS. Banyak obat-obatan yang tersedia sekarang tidak dapat menyembuhkan HIV tetapi dapat mencegah HIV berkembang menjadi AIDS. Untuk saat ini, AIDS masih digolongkan sebagai penyakit yang tak bisa disembuhkan.
Tingkat progresivitas dari penyakit ini berbeda– beda pada tiap orang, hal ini bergantung pada beberapa faktor sebagai berikut:
  1. Tingkat kerentanan tubuh
  2. Fungsi imun
  3. Perawatan kesehatan
  4. Kehadiran infeksi lain
  5. Karakteristik strain virus
HIV ditularkan melalui beberapa cara meliputi anal atau vaginal dan oral sex; tranfusi darah; ibu ke bayi saat masa kehamilan, kelahiran, dan menyusui; dan menggunakan jarum suntik yang telah terkontaminasi secara bergiliran.
AIDS diperkirakan muncul dari Afrika yakni di daerah Sub Sahara selama periode abad 20-an dan kini telah menjadi epidemik global.
PENYEBARAN DAN PENULARAN HIV
1. Penyebaran HIV
Masalah AIDS di jaman modern seperti sekarang ini benar-benar membingungkan dan menggemparkan di seluruh dunia. Hingga saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penderita HIV/AIDS. HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja, dari orang dewasa sampai anak-anak sekalipun bisa tertular virus yang mematikan ini. Sekitar 60 juta orang di dunia telah terinfeksi HIV dan kurang lebih 20 juta orang dewasa dan anak-anak meninggal karena infeksi oportunistik penyerta AIDS. Lebih dari 193 negara di dunia telah melaporkan adanya penyebaran dan penularan HIV, di mana hal ini lebih dominan terjadi di Afrika dan Asia.
2. Epidemilogy  HIV
Studi epidemiology di USA, mengidentifikasikan adanya beberapa kelompok orang dewasa yang berisiko tinggi tertular HIV yaitu sebagai berikut:
  1. Pria homoseksual dan biseksual
  2. Intravenous drug abusers
  3. Hemophilia
  4. Resipien darah dan komponen darah yang terinfeksi HIV
  5. Orang yang melakukan hubungan seks secara heteroseksual
Epidemiology ini sangat berbeda pada anak-anak di bawah usia 13 tahun. Di mana penularan 90% dari ibu ke anak, sedangkan sisanya 10% diperoleh dari transfusi darah, hemophilia (defisiensi faktor pembekuan darah), dll.
3. Penularan HIV
HIV terdapat dalam cairan tubuh yaitu, darah sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu. HIV hanya ditularkan kalau cairan tubuh seseorang yang mengidap virus HIV masuk ke dalam darah orang lain. HIV hanya dapat ditularkan melalui beberapa cara:
  • Seks
Karena HIV berada dalam sperma dan cairan vagina maka HIV dapat ditularkan melalui hubungan seks kalau ada luka disekitar vagina, penis atau lubang anus.
Untuk menghindari tertularnya HIV, lakukanlah seks secara aman yaitu:
  1. Menggunakan kondom dan pelicin berbahan dasar air (water based) seperti KY jelly atau Wetstuff kalau berhubungan seks melalui anus atau vagina.
  2. Menghindari hubungan kelamin (penis masuk ke dalam lubang anus atau vagina.
  3. Menggunakan kondom atau dam ketika melakukan seks oral (menggunakan mulut). Walaupun seks oral dianggap cukup aman, namun perlu diingat bahwa penularan HIV dapat terjadi jika ada luka atau radang pada rongga mulut.
Kegiatan seks aman dapat melindungi kita dari penyakit kelamin lainnya.
  • Pemakaian Bersamaan Jarum Suntik, Semprot dan Peralatan Suntik untuk Tindik atau Tato
HIV dalam konsentrasi sedikit terdapat pada darah di dalam jarum suntik dan semprot. Kalau seseorang memakai jarum suntik atau semprot yang sudah pernah digunakan oleh orang lain yang mengidap HIV, bekas darah yang ada pada jarum suntik tersebut dapat secara langsung memasuki aliran darah yang dapat menyebabkan tertular HIV. Agar terhindar dari penularan HIV, jangan memakai jarum suntik atau semprot yang sama secara bergantian. Jika anda ingin menindik atau membuat tato pada tubuh, pergilah ke tempat yang memiliki surat ijin dan mintalah agar jarum yang digunakan benar-benar steril sehingga aman bagi diri anda. Hal ini juga akan melindungi anda dari berbagai virus lain seperti Hepatitis B dan C.
  • Penularan Vertikal dari Ibu ke Anaknya
Seorang wanita hamil yang mengidap HIV positif dapat menularkan HIV ke anaknya saat didalam kandungan, melahirkan atau saat memberi ASI. Dengan pengobatan yang baik, banyak wanita yang HIV positif dapat melahirkan bayi yang tidak terinfeksi HIV. Jika anda berencana untuk memiliki anak sebaiknya berbicara dengan dokter anda secepat mungkin. Di Australia seorang ibu yang mengidap HIV positif diusulkan agar tidak menyusui bayinya karena HIV juga terdapat dalam ASI. Makanan alternative yang sehat dan aman bagi bayi telah tersedia.
  • Transfusi Darah atau Produk Darah
Dulunya, sebelum dunia kesehatan menemukan virus HIV, persediaan darah di Bank Darah merupakan resiko tinggi untuk menularkan virus mematikan ini. Akan tetapi, sejak tahun 1985 semua darah beserta semua produk-produknya diperiksa untuk virus HIV. Walaupun transfusi darah masih merupakan resiko besar di negara lain, persediaan darah di Australia saat ini sangat aman. Orang yang mengidap HIV positif dilarang mendonorkan darahnya. HIV juga bisa terdapat di cairan tubuh lainnya seperti muntah, air liur, dan tinja dalam konsentrasi rendah. Cairan-cairan ini tidak dianggap sebagai resiko penularan HIV. Bagaimanapun, setiap orang disarankan untuk mencuci tangannya setelah bersentuhan dengan semua cairan tubuh orang lain untuk menjaga kesehatan umum.
FASE DAN GEJALA AIDS
Orang yang terinfeksi HIV tidak selalu menunjukkan tanda-tanda jatuh sakit dan sering kali menunjukkan tanda-tanda dengan penyakit lain. Tetapi HIV/AIDS punya fase/tahap dengan tanda-tanda yang spesifik.
  • Fase I (tahap infeksi akut)
Virus masuk ke dalam tubuh, timbul gajala ringan seperti flu. Penderita nampak sehat namun telah mampu menularkan virus ke orang lain.
  • Fase II ( tahap asimptomatik = tanpa gejala )
Terbentuk antibody dalam waktu 6 minggu–1tahun (rata-rata 2-3 bulan). Hasil tes telah menunjukkan hasil positif.
  • Fase III (tahap PGL / Persistent Generalized Limphadenopathy)
Terjadi dalam waktu 1-5 tahun dan terjadi pembesaran kelenjar getah bening.
  • Fase IV/AIDS
Muncul gejala konstitusional menahun, seperti lesu, demam, diare, penurunan berat badan, berkeringat pada malam hari. infeksi mulut, kelainan saraf (bingung, koma, bingung), infeksi (paru, selaput otak, usus), kanker (kulit. Jaringan ikat).
PENCEGAHAN HIV/AIDS
Pada intinya ada 5 pencegahan terhadap kemungkinan terkenanya penyakit HIV/AIDS adalah sebagai berikut :
  • A : ABSTINENCE
  • B : BEING FAITHFULL
  • C : CONDOM
  • D : DON’T INJECT
  • E : EDUCATION

Tinggalkan komentar